Shariq Khan seorang Muslim pindah Kristen berkata

Shariq Khan seorang Muslim pindah Kristen berkata:

Ketika saya masih seorang Muslim, saya sering bertanya kepada orang Kristen:

“Jika Yesus benar-benar Tuhan, mengapa Dia makan, tidur, dan berdarah seperti kita?”

Dan jujur saja, saya dulu menanyakannya dengan rasa bangga, seolah-olah itu adalah argumen yang tidak terbantahkan.

Namun belakangan saya menyadari sesuatu:

Pertanyaan itu tidak sedang menelanjangi kekristenan.

Pertanyaan itu justru menelanjangi kesalahpahaman saya tentang sosok Tuhan seperti apa yang diklaim oleh Yesus.

Karena pertanyaan yang sebenarnya bukanlah:

“Mengapa Tuhan mau menjadi lemah?”

Pertanyaan yang sebenarnya adalah:

“Tuhan seperti apa yang dengan sukarela melangkah masuk ke dalam penderitaan manusia?”

Islam mengajarkan saya tentang Tuhan yang jauh dan tak tersentuh.

Namun kekristenan memperkenalkan saya pada Tuhan yang ikut merasakan kelaparan, kelelahan, kesedihan, rasa sakit, pengkhianatan, darah, dan penderitaan bersama kita.

Dan tiba-tiba, kemanusiaan-Nya tidak lagi terasa sebagai kelemahan bagi saya.

Itu menjadi bukti dari kasih.

Jika Yesus makan, itu berarti Dia datang cukup dekat untuk merasakan kelaparan di samping kita.

Jika Dia tidur, itu berarti Dia merangkul kelelahan yang kita bawa.

Jika Dia berdarah, itu berarti Dia tidak berdiri di atas penderitaan sambil menyaksikan kita dari kejauhan.

Dia memasukinya sendiri.

Filipi 2 mengatakan bahwa Kristus telah mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa manusia.

Bukan karena Dia berhenti menjadi Tuhan, tetapi karena Dia ingin umat manusia akhirnya melihat seperti apa rupa Tuhan yang sebenarnya.

Dan ternyata, Tuhan rela menderita demi orang-orang yang dikasihi-Nya.
Hal itu mengubah segalanya bagi saya.

Karena semua agama lain menuntut pengorbanan dari manusia.

Namun Yesus menjadi korban itu sendiri.
Dan tidak ada satu pun nabi dalam sejarah yang pernah mengklaim hal itu.

#ImanKristen

About the author

Admin Belok Dikit
Creative thing starts from crative mind

Post a Comment