7 Cara Mengalahkan orang yang sering memotong pembicaraan
7 Cara Mengalahkan orang yang sering memotong pembicaraan
Orang yang suka memotong pembicaraan bukan hanya merusak percakapan, tapi juga mempermalukan kecerdasan. Kamu sedang menjelaskan ide di ruang meeting. Baru kalimat ketiga, seseorang menyela dengan “Tapi menurut saya…” dan pembicaraanmu langsung direbut. Atau saat kamu sedang bercerita soal pengalaman pribadi, tiba-tiba ada yang memotong, “Saya juga tuh, malah lebih parah lagi…” Itu bukan sekadar gangguan. Itu bentuk dominasi komunikasi. Menurut Deborah Tannen dalam bukunya You Just Don’t Understand: Women and Men in Conversation, orang yang sering memotong pembicaraan biasanya tidak menyadari bahwa mereka sedang merebut ruang berpikir orang lain. Dalam kerangka linguistik, interupsi yang berulang mencerminkan upaya penguasaan percakapan, bukan keinginan memahami. Sebuah studi dari George Washington University menunjukkan bahwa dalam percakapan kelompok, mereka yang paling sering menyela cenderung dianggap dominan, padahal belum tentu substansial. Ini menunjukkan bahwa siapa yang terdengar…